Integrity Rooted, Resilience Delivered
Melampaui Pelabuhan: Berakar Pada Integritas,Menghadirkan Ketahanan
Penggabungan Badan Usaha Milik Negara dalam bidang Kepelabuhanan yaitu PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang berlaku efektif terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2021, telah dilanjutkan dengan berbagai langkah tindak lanjut sinergi dan konsolidasi pasca integrasi/penggabungan yang terus dijalankan.
Merupakan pelayanan bongkar muat barang petikemas mulai dari kapal hingga penyerahan kepada pemilik barang. PT Pelindo Terminal Petikemas merupakan perusahaan subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang berperan sebagai holding dari sekelompok perusahaan subsidiari yang menjalankan bisnis operasi layanan terminal petikemas. Adapun lingkup bidang usaha meliputi:
Total aset tahun 2024 mencapai Rp127,63 triliun, meningkat 7,85% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp118,34 triliun.
In 2024, total assets reached Rp127.63 trillion, an increase of 7.85% compared to Rp118.34 trillion in 2023.
Realisasi arus kapal dalam satuan call tahun 2024 mencapai 317.146 call, meningkat 5% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 303.221 Call.
Realized ship traffic in units in 2024 reached 317,146 calls, an increase of 5% compared to 303,221 calls in 2023.
Realisasi arus barang non petikemas dalam satuan Ton tahun 2024 mencapai 201.182.095 Ton, meningkat 18% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 169.853.408 Ton.
Realized non-container goods traffic in tons in 2024 reached 201,182,095 tons, an increase of 6.34% compared to 169,853,408 tons in 2023.
Ekuitas tahun 2024 mencapai Rp50,19 triliun, meningkat 7,14% dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai Rp46,84 triliun.
In 2024, equity reached IDR50.19 trillion, an increase of 7.14% compared to Rp46.84 trillion in 2023.
Realisasi arus kapal dalam satuan GT tahun 2024 sebesar 1.426.404.678 GT, meningkat 11% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 1.286.040.750 GT.
Realized ship traffic in GT units in 2024 reached 1,426,404,678 GT, an increase of 11% compared to 1,286,040,750 GT in 2023.
Realisasi arus barang non petikemas dalam satuan M3 tahun 2024 mencapai 6.927.648 M3, meningkat 5% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 6.575.384 M3.
Realized non-container goods traffic in tons in 2024 reached 201,182,095 tons, an increase of 6.34% compared to 169,853,408 tons in 2023.
Pendapatan operasi tahun 2024 mencapai Rp34,83 triliun, meningkat 2,71% dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai Rp33,92 triliun.
In 2024, operating revenue was Rp34.83 trillion, an increase of 2.71% compared to Rp33.92 trillion in 2023.
Realisasi arus petikemas dalam satuan Teus tahun 2024 sebesar 18.807.089 Teus, meningkat 7% dibandingkan tahun 2023 sebesar 17.657.327 Teus.
Realized container traffic in TEUs in 2024 reached is 18,807,089 TEUs, an increase of 7% compared to 17,657,327 TEUs in 2023.
Realisasi arus barang non petikemas dalam satuan unit tahun 2024 mencapai 2.873.887 Unit, meningkat 8% dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai 2.648.979 Unit.
Realized non-container goods traffic in units in 2024 reached 2,873,887 units, an increase of 8% compared to 2,648,979 units in 2023.
Dengan menerapkan strategi bisnis tersebut, pada tahun 2024 Perseroan telah mampu bertahan di tengah kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya pulih. Pencapaian tersebut terlihat dari terpenuhinya target pada tahun 2024.
Arif Suhartono
Direktur Utama
President Director
Di tengah kondisi perekonomian dan industri pelabuhan, Direksi mampu menghadapi tantangan dan peluang yang terjadi dengan mencatatkan kinerja yang baik di tahun 2024 baik dari sisi operasional maupun keuangan.
Agus Suhartono
Komisaris Utama / Komisaris Independen
President Commissioner / Independent Commissioner